Re-Mark Asia: Solusi Nyata untuk Tantangan Lingkungan bukan sekadar slogan, tetapi cerminan nyata dari perjalanan panjang lembaga ini dalam mendorong perubahan positif di bidang keberlanjutan. Meskipun secara resmi berdiri pada 2 Agustus 2011, akar dari Re-Mark Asia telah tumbuh sejak beberapa tahun sebelumnya.
Awal Mula dari Sebuah Gagasan
Pada tahun 2009, sekelompok praktisi keberlanjutan yang terdiri dari Dwi R. Muhtaman, Cecep Saepulloh, dan rekan-rekan mereka mendirikan sebuah organisasi bernama Sustainable Indonesia Group for Nature Foundation, lebih dikenal dengan sebutan Signature Foundation. Misi utama lembaga ini adalah menjadi think tank dalam isu keberlanjutan, khususnya yang menyangkut sektor tertentu atau produk spesifik yang memiliki dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Melalui kerja-kerja advokasi, riset, dan dialog kebijakan, Signature Foundation berhasil mendorong pemikiran kritis terhadap pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Transformasi Menuju Tindakan Nyata
Seiring waktu, para pendiri Signature Foundation menyadari bahwa untuk memperluas dampak dan menjangkau lebih banyak sektor, dibutuhkan wadah yang lebih fleksibel dan berorientasi solusi. Maka, lahirlah Re-Mark Asia—sebuah perusahaan konsultan yang dirancang untuk memberikan produk dan layanan nyata dalam mendampingi transformasi praktik keberlanjutan, terutama di sektor swasta.
Nama “Re-Mark” mengandung makna membangun kembali jejak—mengarahkan kembali langkah sektor bisnis agar lebih selaras dengan prinsip keadilan sosial, ekologi berkelanjutan, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Komitmen terhadap Pengelolaan Sumber Daya yang Berkelanjutan
Sejak pendiriannya, Re-Mark Asia terus berupaya menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan yang praktis dan berbasis bukti. Layanan konsultasi yang ditawarkan mencakup:
-
Pendampingan sertifikasi keberlanjutan seperti RSPO, FSC, dan ISPO
-
Pengembangan sistem manajemen lingkungan dan sosial
-
Pelatihan teknis dan strategis melalui divisi pelatihan AiKnow (Asia Institute of Knowledge)
-
Kajian dampak sosial dan konservasi, termasuk HCV, HCS, dan FPIC
Misi Re-Mark Asia tidak hanya terbatas pada pemenuhan standar, tetapi juga mendorong perubahan mindset dalam mengelola alam—dari eksploitatif menjadi regeneratif.
Pengalaman dan Kredibilitas Para Pendiri
Meskipun institusi ini baru resmi berdiri pada tahun 2011, para pendirinya telah memiliki rekam jejak panjang di bidang pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Re-Mark Asia mampu menghadirkan pendekatan yang strategis namun membumi, menghubungkan nilai-nilai global dengan tantangan lokal.
Dari Imajinasi Menjadi Kenyataan
Seperti yang pernah dikatakan oleh penyair asal Latin Amerika, Pablo Picasso, “Segala yang bisa kamu bayangkan, bisa menjadi nyata.” Keyakinan inilah yang terus menggerakkan Re-Mark Asia—mewujudkan ide-ide keberlanjutan menjadi tindakan nyata yang berdampak luas.